EDITORIAL GORONTALO. Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kabupaten Gorontalo, suhu politik internal Golkar mulai memanas. Penutupan pendaftaran calon ketua pada Kamis, 27 November 2025 menandai dimulainya babak penting yang akan menentukan arah organisasi politik berlambang beringin itu untuk lima tahun ke depan. Di titik inilah Golkar Kabupaten Gorontalo bukan sekadar memilih figur, tetapi merumuskan kembali konsolidasi kekuatan dan menguji kematangan demokrasi Golkar yang dikenal piawai memainkan ritme pehelatan politik. Empat kandidat resmi terdaftar masuk gelanggang kontestasi Ketua DPD II Golkar Kabgor, masing-masing hadir dengan latar politik dan kekuatan dukungan yang berbeda. Iskandar Mangopa menjadi pendaftar dengan dukungan paling dominan: 16 suara Pengurus Kecamatan (PK) ditambah empat suara dari unsur organisasi sayap, didirikan, dan mendirikan. Total 20 suara menempatkannya sebagai kandidat dengan modal politik terbesar. Iskandar bukan figur baru bagi Golkar. Iskandar merupakan kader lama yang mengawali karier politiknya dari tingkat desa sebagai PD hingga kemudian dipercaya menjadi Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo selama empat periode. Rekam jejak panjang ini membuatnya tampil sebagai figur yang matang dan memiliki akar politik yang kuat di internal partai. Di sisi lain, Zulfikar Usira maju dengan dukungan enam PK dan satu organisasi didirikan, total tujuh suara. Ia merupakan kader Golkar yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, sebuah posisi strategis yang memberi pengaruh signifikan terhadap dinamika politik daerah maupun internal partai. Meski dukungannya belum sebesar kandidat pertama, kehadirannya tetap menjadi faktor penyeimbang yang memperkaya peta persaingan. Sementara itu, Hendra Hemeto, kandidat dengan satu dukungan PK dan satu suara dari unsur sayap (total dua suara), memanfaatkan momentum Musda untuk memperkuat kembali posisinya. Hendra adalah kandidat incumbent, mantan Wakil Bupati Gorontalo yang sebelumnya memimpin DPD II Partai Golkar. Meski dukungan awalnya belum besar, pengalaman struktural dan jejaring politik yang ia miliki menjadikannya figur yang tetap diperhitungkan dalam perhitungan akhir. Adapun Wilvon Malahika, meski tercatat tanpa dukungan, tetap memilih untuk masuk gelanggang sebagai bentuk keberanian politiknya. Langkah ini menegaskan bahwa Musda bukan hanya soal angka dukungan, tetapi ruang bagi kader menunjukkan loyalitas dan partisipasi terhadap mekanisme demokrasi partai. Kader Golkar yang jadi satu satunya kandidat perempuan ini merupakan representasi politik Golkar wilayah Boliyohuto CS. Kini, seluruh perhatian tertuju pada Minggu, 7 Desember 2025, hari penentuan yang akan mengakhiri spekulasi sekaligus membuka jalan bagi konsolidasi baru. Siapa pun yang terpilih nanti, Musda Golkar Kabupaten Gorontalo harus menjadi momentum memperkuat soliditas, bukan menambah friksi internal. Redaksi meyakini bahwa figur terpilih tidak hanya ditakar dari besarnya dukungan, tetapi dari kemampuannya menggerakkan mesin partai dan menjawab tuntutan publik terhadap Golkar sebagai kekuatan politik yang matang, modern, dan adaptif. Analisis politik mengarah pada kemungkinan bahwa Musda kali ini akan berlangsung dengan dinamika yang ketat namun tetap terukur. Dominasi dukungan awal kepada Iskandar Mangopa memberi sinyal kuat bahwa peta kekuatan telah terbentuk sejak pra-Musda. Namun demikian, tradisi politik Golkar menunjukkan bahwa lobi-lobi di menit akhir sering kali melahirkan kejutan. Zulfikar Usira dengan basis kepemimpinan di DPRD memiliki ruang manuver yang tidak bisa diremehkan, terutama dalam membangun koalisi taktis. Di sisi lain, Hendra Hemeto sebagai incumbent berpotensi memainkan pengalaman dan jaringan lamanya untuk mempengaruhi arah dukungan menjelang pemungutan suara. Dengan konfigurasi ini, Musda 7 Desember 2025 diprediksi tidak sekadar menjadi ajang memilih ketua, tetapi juga pertarungan wacana tentang arah revitalisasi Golkar di Kabupaten Gorontalo. Apakah partai akan memilih kontinuitas melalui figur berpengalaman, memberi ruang pada kekuatan legislatif, atau mempertahankan jejak kepemimpinan lama, semuanya akan terjawab pada forum tertinggi tersebut. Musyawarah Daerah DPD II Golkar Kabupaten Gorontalo kini berada di gerbang perubahan baru, mengingat hasil Musda ditengarai akan menjadi iklim politik baru dan arah politik yang makin dinamis bagi Golkar Kabupaten Gorontalo. Dan publik, bersama kader, menanti hasilnya dengan seksama.
REDAKSI GOKLIK.CO.ID
WhatsApp
facebook
POLITIK 09 Desember 2025
GoKLIK GORONTALO. Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, resmi membuka rangkaian pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD II Golkar Kabupaten Gorontalo, Selasa...
Selengkapnya...Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved.
By 
Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved.
By 