GoKLIK - Kab. Gorontalo.| Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Gorontalo mendesak pemerintah daerah agar segera melanjutkan pekerjaan pembangunan ruang inap di RSUD MM. Dunda Limboto yang hingga kini belum juga rampung. Desakan ini disuarakan menyusul kondisi pelayanan rumah sakit yang dinilai belum layak dan jauh dari harapan masyarakat.
Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo dari Fraksi Golkar, Iskandar Mangopa, menegaskan bahwa persoalan rumah sakit tidak bisa dipandang sekadar urusan proyek fisik semata, melainkan menyangkut urusan kemanusiaan. Hal tersebut dirinya sampaikan kepada media pada Selasa pagi, 3 Februari 2026.
Menurut Iskandar, rumah sakit adalah fasilitas publik yang dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang status sosial. Baik masyarakat kecil, petani, nelayan, kaya, miskin hingga pejabat dan masyarakat biasa, semuanya menggantungkan harapan pada layanan rumah sakit ketika kondisi kesehatan mereka terganggu.
Namun realitas di RSUD MM. Dunda saat ini justru menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Keterbatasan fasilitas ruang rawat inap membuat pasien yang datang berobat tidak mendapatkan layanan yang layak dan memadai, sehingga tujuan utama rumah sakit sebagai tempat pemulihan kesehatan menjadi tidak optimal.
Iskandar Mangopa menilai, ketidaksesuaian fasilitas ruang rawat inap dengan kebutuhan pasien berdampak pada kenyamanan dan proses penyembuhan. Bahkan dalam beberapa kasus, pasien justru merasa terganggu akibat kondisi ruang perawatan yang tidak representatif dan jauh dari standar kelayakan.
Atas dasar itu, Fraksi Golkar DPRD Kabgor menegaskan agar polemik yang saat ini menghambat pembangunan pekerjaan ruang inap rumah sakit tidak lagi dijadikan alasan untuk menunda pekerjaan. Iskandar menyebut, sisa anggaran pembangunan ruang inap masih tersedia dan cukup untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda.
“Pemerintah tinggal melanjutkan program yang sebelumnya sudah dirancang dan bahkan telah mendapat dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat. Jangan sampai program yang sudah ada justru terbengkalai,” tegasnya.
Dalam penjelasannya, Iskandar mengungkapkan bahwa anggaran kurang lebih 42 miliar rupiah tersebut merupakan hasil jerih payah pemerintahan terdahulu yang secara intensif melakukan lobi anggaran ke pemerintah pusat. Upaya itu melibatkan berbagai SKPD dan Bupati Gorontalo saat itu, Nelson Pomalingo, serta sempat dibahas secara resmi dalam DPRD periode sebelumnya. Ia menegaskan, di kondisi saat ini, memperoleh dana sebesar itu dari pusat bukan perkara mudah.
“Jangan sampai pemerintahan hari ini terkesan di mata publik bahwa mengatur program yang sudah ada saja tidak mampu, apalagi berpikir dan merancang program yang belum ada,” tegas Iskandar.
Iskandar juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak lagi menggunakan prinsip lama biar lambat asal selamat, karena pola tersebut dinilainya sudah tidak relevan dengan tuntutan zaman saat ini. Menurutnya, prinsip yang dibutuhkan saat ini adalah cepat dan tepat.
Iskandar Mangopa turut mengungkapkan bahwa Direktur RSUD MM. Dunda sebelumnya pernah memaparkan di hadapan DPRD bahwa rumah sakit tersebut direncanakan memperoleh total anggaran sekitar 127 miliar rupiah, dengan tahap awal pencairan sebesar 42 miliar rupiah. Jika melihat kondisi saat ini, Iskandar mengingatkan bahwa bukan hanya potensi anggaran lanjutan yang terancam, bahkan anggaran yang sudah ada pun berisiko ditarik kembali oleh pemerintah pusat jika dinilai tidak dimanfaatkan secara optimal.
Fraksi Golkar juga mengingatkan bahwa lambannya pemanfaatan anggaran berpotensi menimbulkan preseden buruk bagi Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Kondisi tersebut bisa memunculkan penilaian bahwa daerah tidak mampu mengelola program dan anggaran dari pemerintah pusat.
Mengakhiri pernyataannya, Iskandar menegaskan bahwa prinsip cepat dan tepat harus dimaknai secara konkret, yakni cepat dalam proses administrasi dan pelaksanaan, tepat dalam pengelolaan waktu, serta tepat dalam memilih kontraktor yang memiliki kapasitas dan integritas. Iskandar kembali menegaskan bahwa rumah sakit adalah urusan kemanusiaan rakyat Kabupaten Gorontalo, sehingga Fraksi Golkar mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk melanjutkan tender dan menyelesaikan pembangunan ruang inap RSUD MM. Dunda yang saat ini terbengkalai.
WhatsApp
facebook
INSPIRASI 31 Mei 2026
‎GoKLIK - Limboto.| Ada satu hal yang sering terlupakan di tengah hingar bingar ramainya hari kehidupan modern, kebaikan memiliki cara unik untuk menularkan efek dominonya. Ia bergerak dari...
Selengkapnya...Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved.
By 
Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved.
By 