BERITA, POLITIK

Warga Desa Kayubulan Geram, Camat Batudaa Pantai Dinilai Sering Molorkan Musdes

GoKLIK Kab Gorontalo. Sejumlah warga Desa Kayubulan, Kecamatan Batudaa Pantai, meluapkan kekecewaan mereka terhadap sikap Camat Batudaa Pantai, Agus Pakaya, yang dinilai kerap melalaikan kewajiban birokratisnya dan membuat kesal masyarakat dengan sering datang terlambat dalam pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes).

Kepada awak media warga melalui sambungan telepon meluapkan keluhan dan Kekecewaan tersebut. Bukan tanpa alasan, Pasalnya warga menilai sang camat hampir selalu meminta agar pelaksanaan musyawarah menunggu kehadirannya terlebih dahulu, meski dirinya sering datang jauh melewati jadwal yang sudah ditentukan. Praktik ini bahkan disebut tidak hanya terjadi di Kayubulan, melainkan juga di desa-desa lain di wilayah Kecamatan Batudaa Pantai.

"Bagaimana masyarakat mau serius mengikuti musyawarah, kalau waktunya habis hanya untuk menunggu camat? Kami meninggalkan pekerjaan dan rutinitas demi kepentingan desa, tapi beliau seenaknya datang terlambat," ujar salah seorang warga dengan nada geram.

Puncak kekesalan warga terlihat pada pelaksanaan Musdes di Desa Kayubulan, Rabu (27/8/2025). Sejak pukul 09.30 para undangan, mulai dari tokoh masyarakat, lembaga desa, hingga perwakilan pemuda telah hadir di balai desa. Namun, hingga menjelang pukul 12.00 rapat tidak juga dimulai hanya karena menunggu camat. Situasi ini menimbulkan kegaduhan kecil dan perasaan jenuh di kalangan warga.

Kebiasaan buruk itu, menurut warga, bukan lagi bentuk ketidaksengajaan, melainkan pola perilaku birokratis yang menunjukkan arogansi jabatan. “Kalau sudah tahu selalu terlambat, mengapa tidak memberi kuasa atau mendelegasikan tugas pada perangkat kecamatan lainnya atau kasi pemerintahannya saja? Jangan masyarakat dikorbankan dengan waktu yang sia-sia,” tegas seorang tokoh desa.

Lebih dari itu, warga juga menengarai bahwa hal ini dikarnakan sang camat yang tidak tinggal dan menempati rumah dinas sehingga menjadi salah satu pemicu keterlambatan dirinya dalam agenda pemerintahan dan layanan kemasyarakatan yang membutuhkan kehadirannya. 

Fenomena ini memunculkan pertanyaan serius tentang etika kepemimpinan seorang camat yang seharusnya menjadi pengayom dan teladan. Sebab, molornya Musdes akibat keterlambatan camat bukan hanya melemahkan wibawa pemerintah kecamatan, tetapi juga menggerus kepercayaan publik terhadap birokrasi di tingkat desa.

Hingga berita ini diturunkan, media belum berhasil terhubung dengan Camat Batudaa Pantai Agus Pakaya untuk dimintai tanggapan terkait keluhan warga tersebut.

WhatsApp   
NNT
866

LAINNYA

View All
Ruang UMKM
SISI LAIN
View All
Ketika Kebaikan Menular : Malam di Mana Seorang Anak Dikelilingi Berkah yang Datang Bertubi-Tubi

INSPIRASI 31 Mei 2026

‎GoKLIK - Limboto.| Ada satu hal yang sering terlupakan di tengah hingar bingar ramainya hari kehidupan modern, kebaikan memiliki cara unik untuk menularkan efek dominonya. Ia bergerak dari...


Selengkapnya...
NNT
613
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?
Follow Us
VIDEO
View All

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

VIDEO 19 November 2025
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?

Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved. By

Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved. By