GoKLIK Kab. Gorontalo. Camat Batudaa Pantai, Agus Pakaya, meluruskan isu terkait keterlambatannya menghadiri Musyawarah Desa (Musdes) Kayubulan yang sempat dikeluhkan sejumlah warga Rabu siang 27 Agustus 2025 tadi. Melalui sambungan telepon kepada media, beliau Camat Agus Pakaya menjelaskan secara runtut kronologi peristiwa yang sebenarnya terjadi. Camat Agus mengungkapkan, sehari sebelum pelaksanaan Musdes, dirinya menerima dua undangan berbeda pada waktu yang sama, yakni Musdes di Desa Olimoo’o dan Desa Kayubulan. Mengingat Olimoo’o merupakan desa terjauh dari pusat kecamatan, dirinya (camat batudaa pantai) kemudian mengonfirmasi kepada Sekretaris Desa Kayubulan untuk menggeser jadwal musyawarah ke pukul 13.00 siang, setelah dirinya menyelesaikan agenda di Olimoo’o. “Namun oleh Sekdes disampaikan bahwa pergeseran itu tidak memungkinkan karena undangan sudah terdistribusi ke masyarakat. Mendapati informasi tersebut, saya langsung menelpon Kepala Desa Kayubulan agar rapat bisa tetap dimulai tanpa menunggu saya. Tetapi pihak desa menegaskan tetap menginginkan saya hadir mengingat saya sudah berada dekat dari kayubulan yakni di desa tontayuo, sehingga mereka memilih menunggu,” jelas Camat Agus Pakaya.
Usai menyelesaikan Musdes di Desa Olimoo’o, Camat Agus segera menuju Kayubulan. Dirinya tiba tepat sebelum pukul 11.00 siang di aula kantor desa. Bahkan, berdasarkan berita acara yang dibacakan pimpinan musyawarah, penetapan APBDes Perubahan sebagai agenda Musdes disahkan pada pukul 11.30.
“Jadi keliru jika ada warga yang mengatakan saya tidak kunjung hadir hingga hampir jam 12 sebagaimana yang dikeluhkan warga. Faktanya saya tiba sebelum jam 11,” tegasnya.
Penyampaian San penjelasan Camat Agus pun dibenarkan oleh Seketaris Desa Olimooo yang menjelaskan bahwa di jam 09.00 itu pak camat sedang mengikuti dan membersamai agenda musdes di desa Olimooo.
Lebih lanjut, Camat Agus menepis tudingan bahwa dirinya meminta peserta Musdes menunggu. Menurutnya, keputusan menunda dimulainya rapat adalah murni keinginan dan kesepakatan BPD dan pemerintah desa.
“Tidak benar kalau saya yang minta ditunggu. Itu murni harapan dan keinginan Pemdes Kayubulan agar saya hadir secara langsung dan murni bukan disengaja oleh dirinya,” imbuhnya.
Menanggapi keluhan lain terkait keberadaannya yang jarang memanfaatkan rumah dinas camat di Desa Kayubulan, Camat Agus juga memberikan klarifikasi. Dirinya menyebut bahwa tidak benar saya tidak memanfaatkan fasilitas rumah dinas, bahkan dirinya lebih sering beristirahat dan menginap di desa desa dan sesekali di rumah pribadi di Desa Lamu yang juga masih dalam wilayah kecamatan batudaa pantai.
“Asumsi yang mengaitkan keterlambatan saya dalam agenda pelayanan dan rapat dengan saya tidak berada di rumah dinas itu tidak benar. Sesekali saya juga menginap di rumah dinas, terutama pada saat-saat penting. Jadi tudingan itu tidak berdasar,” tandasnya.
Camat Batudaa Pantai Agus Pakaya menegaskan, pihaknya akan terus berupaya menjaga komunikasi dan koordinasi agar agenda musyawarah di desa-desa berjalan tertib, dan tepat waktu.
WhatsApp
facebook
INSPIRASI 31 Mei 2026
‎GoKLIK - Limboto.| Ada satu hal yang sering terlupakan di tengah hingar bingar ramainya hari kehidupan modern, kebaikan memiliki cara unik untuk menularkan efek dominonya. Ia bergerak dari...
Selengkapnya...Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved.
By 
Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved.
By 