BERITA, DAERAH

Aktivis Lingkungan “Kambungu Beresi” Temui Bupati Sofyan Puhi, Serahkan Baju Karung “Tahanan Sampah” dan Desak Ketegasan Sanksi Bagi Pejabat Lalai

GoKLIK Kab. Gorontalo.  Sejumlah tokoh dan pemerhati lingkungan yang tergabung dalam gerakan Kambungu Beresi, di antaranya Benny Ishak, Arifin Tuhala, Sugandi, serta beberapa aktivis lainnya menemui Bupati Gorontalo H. Sofyan Puhi, ST di Rumah Jabatan Bupati, Selasa malam (28/10/2025). Dalam pertemuan para aktivis menyerahkan baju karung berlabel “Tahanan Sampah” sebagai simbol dukungan moral sekaligus mengingatkan komitmen  dalam menegakkan disiplin penanganan samapah.

Benny Ishak kepada awak media menjelaskan bahwa kedatangan mereka merupakan langkah moril dan simbol untuk memberikan dukungan serta dorongan kepada Bupati Sofyan Puhi agar tetap konsisten dan tegas menegakkan kebijakan pengelolaan sampah sebagaimana tertuang dalam surat edaran bupati sebelumnya.

“Kami datang bukan hanya membawa simbol, tetapi membawa pesan moral. Kami mendukung penuh langkah Bupati Sofyan Puhi dan menyerukan agar beliau tidak ragu menindak tegas para pejabat teknis maupun penanggung jawab wilayah yang terbukti abai dan gagal menjalankan instruksi terkait pengelolaan sampah,” tegas Benny Ishak.

Ia menambahkan, dukungan ini tidak semata bersifat simbol atau formalitas, tetapi juga merupakan dukungan sikap sosial dari masyarakat yang muak dengan kesemrawutan sampah di ruang publik. “Jika para OPD teknis dan pejabat penanggung jawab wilayah tetap kumabal atau membandel dan tidak ada tindakan tegas, maka kebijakan bupati lewat surat edaran itu akan terkesan hanya sekadar omdo (omong doang),” tandasnya dengan nada geram.

Seperti diketahui, Bupati Sofyan Puhi sebelumnya mengeluarkan Surat Edaran tentang Pemberlakuan Sanksi, berupa penyematan rompi karung bertuliskan “Tahanan Sampah” kepada pejabat teknis atau aparat wilayah yang dinilai gagal melaksanakan instruksi bupati dalam penanganan kebersihan dan pengelolaan sampah. Kebijakan itu dinilai progresif dan bernilai edukatif, namun efektivitasnya kini dipertanyakan bila tidak dibarengi dengan sikap tegas terhadap pelanggar di lapangan.

Gerakan Kambungu Beresi menilai, penegakan disiplin kebersihan tidak cukup hanya dengan imbauan dan edaran. Dibutuhkan konsistensi tindakan nyata agar kebijakan tersebut tidak sekadar menjadi jargon atau pencitraan birokrasi.

“Kami ingin memastikan bahwa gerakan bersih ini tidak mandek di ruang rapat. Jika bupati sudah berani mengeluarkan instruksi tegas, maka tidak boleh ada toleransi bagi OPD yang membangkang,” ujar Benny menambahkan.

Pertemuan antara Bupati Sofyan Puhi dan aktivis lingkungan malam itu menjadi simbol sinergi sekaligus ujian komitmen pemerintah daerah. Apakah kebijakan “tahanan sampah” akan benar-benar diterapkan, atau hanya menjadi narasi indah tanpa realisasi di lapangan.

WhatsApp   
NNT
502

LAINNYA

View All
Ruang UMKM
SISI LAIN
View All
Ketika Kebaikan Menular : Malam di Mana Seorang Anak Dikelilingi Berkah yang Datang Bertubi-Tubi

INSPIRASI 31 Mei 2026

‎GoKLIK - Limboto.| Ada satu hal yang sering terlupakan di tengah hingar bingar ramainya hari kehidupan modern, kebaikan memiliki cara unik untuk menularkan efek dominonya. Ia bergerak dari...


Selengkapnya...
NNT
614
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?
Follow Us
VIDEO
View All

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

VIDEO 19 November 2025
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?

Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved. By

Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved. By