GoKLIK Gorontalo. Gagasan pembangunan Islamic Center sekaligus Masjid Raya Provinsi Gorontalo kembali mengemuka dalam paripurna DPRD Provinsi Gorontalo yang berlangsung Jum'at pagi tadi, 5/12/2025, kali ini Gubernur Gorontalo Ir. Gusnar Ismail dalam sambutannya mengutarakan kembali gagasan Islamic Centre sebagai salah satu program strategis jangka panjang daerah. Paripurna Ke-64 dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Provinsi Gorontalo dinilai menjadi momentum yang tepat untuk menata ulang arah pembangunan berbasis identitas dan peradaban lokal. Di tengah dinamika gagasan rencana tersebut, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi PKS, Ramdan D. Liputo, memberikan pandangannya bahwa perlu adanya pendekatan pembangunan yang tidak hanya menonjolkan sisi monumental, tetapi juga mengakar pada kebutuhan masyarakat serta arah pengembangan tata kota ke depan. Ramdan memandang bahwa gagasan Islamic Center telah melewati lintas kepemimpinan dan menjadi aspirasi publik selama bertahun-tahun. Menurutnya, konsep tersebut bukan sekadar agenda seremonial ulang tahun provinsi, melainkan bagian dari strategi penguatan identitas Gorontalo sebagai daerah yang berlandaskan falsafah Adati Hula-hula’a to Sara’a, Sara’a Hula-hula’a to Kuru’ani (adat bersendikan Sariat, dan Sariat bersendikan pada Al-Qur'an).
Sementar itu dari sudut pandang tata kelola pembangunan, Ramdan mengingatkan bahwa proyek sebesar Islamic Center memerlukan penyusunan rencana yang terukur dan berbasis kajian. Dirinya menyoroti empat aspek utama yang wajib dipenuhi sebelum pemerintah daerah melangkah pada tahapan konstruksi, yakni:
Pertama perencanaan berbasis kajian mulai dari AMDAL, desain arsitektur, hingga proyeksi dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kedua transparansi anggaran untuk memastikan kapasitas fiskal daerah tidak terbebani serta membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah pusat dan sektor filantropi.
Ketiga pelibatan publik secara luas dimana menghadirkan kontribusi tokoh agama, adat, akademisi, dan organisasi keagamaan dalam penyusunan desain maupun fungsi kelembagaan.
Dan terakhir yakni penggunaan multipurpose yang menjadikan Islamic Center bukan hanya simbol pembangunan, tetapi pusat kegiatan pendidikan, kebudayaan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Lebih jauh, Ramdan menggarisbawahi bahwa Islamic Center harus dipahami sebagai instrumen pembentuk peradaban, bukan semata proyek infrastruktur. Dirinya menyebut manfaatnya harus benar benar dirasakan lintas generasi dan memberi dampak berkelanjutan bagi perubahan sosial masyarakat Gorontalo.
Di akhir pernyataannya, Ramdan mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan rencana pembangunan tersebut sebagai ikhtiar bersama dalam memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong Gorontalo menuju masa depan yang lebih religius, maju, dan bermartabat.
WhatsApp
facebook
INSPIRASI 31 Mei 2026
‎GoKLIK - Limboto.| Ada satu hal yang sering terlupakan di tengah hingar bingar ramainya hari kehidupan modern, kebaikan memiliki cara unik untuk menularkan efek dominonya. Ia bergerak dari...
Selengkapnya...Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved.
By 
Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved.
By 