GoKLIK - GORONTALO. Aksi demonstrasi mahasiswa kembali terjadi di lingkungan Universitas Gorontalo (UG). Selasa sore, 16/12/2025, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama elemen mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan Kantor Rektorat UG sebagai resspon penolakan terhadap proses Pemilihan Rektor UG periode 2026–2030 yang dinilai tidak demokratis, merusak prinsip akademik dan mengabaikan partisipasi mahasiswa dalam pengembangan kampus. Massa aksi yang dipimpin Presiden BEM UG, Erlin Adam, menyampaikan orasi di hadapan Penjabat (Pj) Rektor UG DR. Rivai Ali, S.KM. M.Kes yang turut didampingi Wakil Rektor II DR. Onong Junus, SE. MM. Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga melakukan pembakaran ban dihalaman kantor rektorat sebagai simbol kemarahan atas tertutupnya ruang dialog akademik dalam tahapan penting dalam menejemen kepemimpinan universitas. Aksi ini merupakan kumpulan dari mosi tidak percaya mahasiswa terhadap Ketua Panitia Pemilihan Rektor UG. Mahasiswa menilai panitia telah mengambil kebijakan sepihak dengan tidak memberi ruang dan memfasilitasi dialog dalam agenda penyampaian visi dan misi calon rektor yang seharusnya melibatkan mahasiswa dan elemen organisasi kampus pada Senin, sore kemarin 15/12/2025.
Menurut massa aksi, penutupan ruang partisipasi tersebut tidak hanya merusak nilai demokrasi kampus, tetapi juga mencederai prinsip dasar akademik yang menjunjung keterbukaan, rasionalitas, dan partisipasi publik civitas akademika. Pemilihan rektor dipandang sebagai agenda strategis yang semestinya dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab.
Dalam orasinya, Presiden BEM UG, Erlin Adam, menegaskan bahwa sikap tertutup lembaga dan perangkat kerja kampus telah memunculkan krisis kepercayaan mahasiswa terhadap institusi. Ia menyatakan mahasiswa mulai kehilangan simpati terhadap kampus yang selama ini mengusung identitas sebagai “kampus perjuangan”, namun dinilai gagal menghadirkan ruang dialog yang adil dan bermartabat.
Menanggapi tuntutan massa aksi, Pj Rektor UG, Dr. Rivai Ali, S.KM., M.Kes., menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan keberanian mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi terkait masa depan kepemimpinan universitas. Ia menegaskan bahwa kritik dan kontrol mahasiswa merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas tata kelola perguruan tinggi.
Sebagai respons atas tuntutan tersebut, Pj Rektor mengungkapkan bahwa pihaknya telah memanggil Ketua Panitia Pemilihan Rektor untuk meminta klarifikasi atas kebijakan yang dipersoalkan. Menurutnya, tidak difasilitasinya ruang dialog sebelumnya didasarkan pada keterbatasan waktu pelaksanaan. Namun demikian, sebagai langkah korektif, pihak rektorat telah memutuskan untuk menjadwalkan serta membuka ruang dialog terbuka yang dapat diikuti seluruh mahasiswa bersama para calon rektor UG.
WhatsApp
facebook
POLITIK 09 Desember 2025
GoKLIK GORONTALO. Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, resmi membuka rangkaian pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD II Golkar Kabupaten Gorontalo, Selasa...
Selengkapnya...Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved.
By 
Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved.
By 