GoKLIK - KAB. GORONTALO.- Jelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muskab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Gorontalo, wacana penguatan konsolidasi dan kemandirian partai kembali mengemuka diinternal partai tersebut. Salah satu figur yang menjadi perhatian adalah Muhlis Panai, Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo dari PKB yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Gorontalo.
Dalam dialog bersama awak media Rabu, 7/1/2026, Muhlis Panai menyampaikan gagasan dan pandangan terbuka terkait arah pengelolaan dan penguatan struktur PKB ke depan, khususnya di tingkat daerah. Muhlis menegaskan bahwa dalam menghidupkan dan menggerakkan partai politik, aspek finansial merupakan salah satu faktor penting yang tidak bisa diabaikan. Kendati demikian, Aleg PKB ini menekankan bahwa uang memang bukanlah satu-satunya indikator dalam membesarkan partai.
“Pada dasarnya, salah satu penggerak partai memang adalah finansial, itu tidak bisa kita pungkiri. Namun uang bukan poin utama dalam membesarkan partai, melainkan sebagai penunjang untuk memastikan roda organisasi berjalan dan memproduksi elektoral,” ujarnya.
Muhlis Panai, SH menilai kondisi PKB di Kabupaten Gorontalo saat ini sudah berada pada posisi yang baik dari sebelumnya, namun tetap membutuhkan upaya serius untuk dipertahankan dan ditingkatkan. Muhlis mengingatkan bahwa secara historis, pondasi PKB di daerah ini mengalami dinamika pasang surut dari satu periode ke periode berikutnya.
“Dulu kita pernah punya satu kursi di DPRD, kemudian sempat kosong, dan pada Pemilu 2024 kemarin kita mampu mendapatkan kepercayaan elektoral yang terkonfersi menjadi dua kursi di DPRD Kabgor. Ini adalah capaian yang patut kita syukuri, tetapi sekaligus menjadi tanggung jawab bersama untuk dipertahankan dan wajib ditingkatkan,” jelasnya.
Dalam konteks itulah, Kepada Awak media, Muhlis Panai menyatakan komitmennya apabila dipercaya menjadi Ketua DPC PKB Kabupaten Gorontalo. Dirinya menyampaikan kesiapan untuk menganggarkan dana pribadi sebesar Rp50 juta per tahun guna mendukung keberlangsungan dan penguatan organisasi partai. Menurutnya, saat ini sumber pendanaan DPC PKB masih sangat terbatas, yang umumnya hanya bersumber dari dana bantuan partai politik (banpol) serta setoran dari dua anggota legislatif PKB.
“Kondisi ini tentu masih belum cukup untuk menopang kebutuhan organisasi secara menyeluruh,” ungkapnya.
Tak sampai disitu Muhlis Panai juga memaparkan rencana penggunaan anggaran tersebut, di mana dana Rp50 juta per tahun akan difokuskan pada operasional struktur partai, baik di tingkat DPC maupun PAC di kecamatan. Dirinya merancang pembagian dengan porsi 20 persen untuk DPC dan 80 persen untuk PAC, sebagai bentuk keberpihakan pada penguatan struktur di tingkat bawah. Sementara itu, dana yang bersumber dari penerimaan banpol direncanakan lebih diarahkan pada program peningkatan kapasitas dan kualitas kader partai.
Sebagai Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Gorontalo, Muhlis menilai bahwa penguatan partai di tingkat akar rumput menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan dan daya saing PKB ke depan. Dirinya menekankan bahwa Muskab PKB seharusnya menjadi momentum konsolidasi gagasan dan penguatan ideologis, bukan semata-mata ajang perebutan posisi struktural.
Menutup pernyataannya, Muhlis Panai menegaskan bahwa siapapun yang nantinya dipercaya memimpin DPC PKB Kabupaten Gorontalo, harus memiliki komitmen dan visi yang sama untuk membesarkan partai.
“Yang jelas, siapapun yang akan dipilih, InsyaAllah harus mampu membesarkan Partai Kebangkitan Bangsa di Kabupaten Gorontalo,” pungkasnya.
WhatsApp
facebook
INSPIRASI 31 Mei 2026
‎GoKLIK - Limboto.| Ada satu hal yang sering terlupakan di tengah hingar bingar ramainya hari kehidupan modern, kebaikan memiliki cara unik untuk menularkan efek dominonya. Ia bergerak dari...
Selengkapnya...Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved.
By 
Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved.
By 