GoKLIK – Limboto.| Di saat pemerintah daerah tengah mengencangkan ikat pinggang akibat kondisi keuangan yang serba terbatas, ironi justru muncul dari dalam tubuh birokrasi itu sendiri. Satu lagi OPD di Kabupaten Gorontalo malah terlihat “ringan langkah” menggelar kegiatan Bimtek di luar daerah.
Bukan sekadar soal lokasi, tapi soal rasa empati terhadap kondisi fiskal daerah yang sedang tidak baik-baik saja. Alih-alih memaksimalkan fasilitas lokal atau mendorong efisiensi belanja, kegiatan Bimtek bagi Puluhan Guru justru digelar di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo yang jelas selain membebani biaya yang lumayan besar jika di sandingkan dengan kondisi keuangan saat ini, juga tidak memberikan dampak PAD bagi daerah sendiri, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi peserta. Dalam logika sederhana, ini bukan hanya soal Bimtek, tapi soal aliran uang daerah yang “bocor halus” keluar wilayah.
Di tengah narasi besar efisiensi yang terus digaungkan pemerintah, publik pantas bertanya, ini efisiensi untuk siapa? Jika tujuan Bimtek adalah peningkatan kapasitas, mengapa tidak dilakukan di dalam daerah dengan memanfaatkan aset atau sarana yang ada? Atau apakah kualitas pelatihan hanya bisa dicapai jika dibungkus dengan fasilitas hotel di luar daerah?
Lebih jauh, praktik seperti ini memunculkan kesan adanya ketidaksesuaian antara kebijakan dan implementasinya. Di satu sisi, OPD dituntut berhemat. Di sisi lain, ruang-ruang belanja yang “fleksibel” justru dimanfaatkan tanpa peduli terhadap kondisi keuangan daerah.
Padahal, setiap rupiah yang dibelanjakan di luar daerah adalah potensi ekonomi yang hilang bagi pelaku usaha lokal. Hotel, katering, transportasi, hingga UMKM setempat kehilangan peluang perputaran uang hanya karena keputusan administratif yang minim pertimbangan ekonomi daerah.
Jika pola ini terus berulang, jangan heran jika publik mulai melihatnya bukan lagi sebagai kebutuhan, melainkan kebiasaan. Bahkan lebih tajam, sebagai bentuk pembiaran terhadap praktik belanja yang tidak berpihak pada kepentingan daerah.
Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo, Dr. Abdul Waris, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) tersebut telah terencana jauh hari sebelumnya dan tercantum dalam alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) pada APBD Tahun 2026. Doktor Abdul Waris juga menegaskan, perencanaan kegiatan ini telah sesuai mekanisme, termasuk penganggaran untuk kebutuhan teknis seperti sewa ruangan hotel selama satu hari sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.
Lebih lanjut, dalam matriks perencanaan kegiatan, Bimtek ini dirancang untuk memberikan bekal teknis kepada para pengawas, kepala sekolah, serta unsur pengawas bilik dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi mereka, khususnya dalam melakukan penilaian terhadap ujian akademik siswa. Pemilihan Kota Gorontalo sebagai lokasi kegiatan juga mempertimbangkan kesiapan narasumber, yakni dari pihak BPMP serta kalangan akademisi, dalam hal ini Universitas Negeri Gorontalo, sehingga pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan di Kota Gorontalo.
Pada akhirnya, ini bukan sekadar soal lokasi kegiatan Bimtek. Ini soal keberpihakan. Apakah birokrasi benar-benar berdiri bersama kondisi rakyat dan daerahnya, atau justru berjalan di jalur yang berbeda, tetap nyaman sendiri di tengah himpitan bersama. Sebab di masa sulit, yang diuji bukan kemampuan menghabiskan anggaran, tapi keberanian untuk menahan diri.
WhatsApp
facebook
INSPIRASI 31 Mei 2026
‎GoKLIK - Limboto.| Ada satu hal yang sering terlupakan di tengah hingar bingar ramainya hari kehidupan modern, kebaikan memiliki cara unik untuk menularkan efek dominonya. Ia bergerak dari...
Selengkapnya...Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved.
By 
Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved.
By 