BERITA, DAERAH

Harlah ke-66, PMII Gelar Diskusi Publik Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Sofyan–Toni

GoKLIK – Limboto | Harlah ke-66 PMII dimanfaatkan sebagai ruang refleksi terhadap jalannya pemerintahan di Kabupaten Gorontalo dengan mengemasnya dalam kegiatan Diskusi publik bertajuk “Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Sofyan–Toni: Refleksi Arah Kebijakan antara Janji dan Realisasi” digelar pada Sabtu malam (18/4/2026) di Hantaleya Cafe.

‎Kegiatan tersebut menghadirkan empat panelis dari unsur pemerintah, akademisi, dan legislatif, yakni Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur mewakili pemerintah, akademisi Dr. Dikson Yasin, Anggota DPRD Jayusdi Rivai, serta Anggota DPRD sekaligus Ketua Bapemperda Zulkifly Nangili.

‎Dalam pemaparannya, Sekertaris Daerah Sugondo Makmur menjelaskan bahwa arah pembangunan daerah telah dirancang melalui dokumen RPJMD yang diturunkan ke dalam rencana strategis perangkat daerah hingga APBD sebagai pedoman pelaksanaan program.

‎Menurutnya, visi “Restorasi Berkemajuan dan Berkelanjutan” diwujudkan melalui sejumlah program prioritas, salah satunya Navigasi Iman yang berfokus pada pembangunan masyarakat religius dan berbudaya.

‎“Program ini tidak hanya menyentuh aspek ibadah, tetapi juga penguatan nilai adat dan budaya lokal sebagai identitas daerah,” ujarnya.

‎Di sektor ekonomi, pemerintah daerah Kabupaten Gorontalo telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16 miliar untuk penguatan UMKM. Selain itu, mencetuskan inovasi seperti street coffee dihadirkan sebagai bagian penciptaan kawasan ekonomi baru dan upaya mendorong ekonomi kreatif, khususnya bagi kalangan muda.

‎Sugondo Makmur juga menegaskan bahwa pemerintah tengah melakukan pembenahan birokrasi melalui sistem manajemen talenta, peningkatan layanan publik, serta transformasi digital agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan.

‎Sementara itu, Panelis dari unsur Akademisi Dr. Dikson Yasin menilai evaluasi kepemimpinan tidak harus menunggu dua tahun masa jabatan. Menurutnya, evaluasi tetap relevan selama kebijakan publik telah berjalan dan berdampak.

‎Dr. Dikson menekankan bahwa ukuran utama evaluasi adalah perubahan dan dampak nyata terhadap masyarakat, bukan sekadar capaian program.
‎“Ukuran kepemimpinan itu bukan hanya program, tetapi sejauh mana kebijakan itu berdampak pada masyarakat,” tegasnya.

‎Dirinya juga menyoroti pentingnya menjadikan kesejahteraan sumber daya manusia sebagai prioritas kebijakan, termasuk persoalan tenaga PPPK yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius.

‎Pandangan lainnya disampaikan Jayusdi Rivai selaku anggota DPRD Kabupaten Gorontalo yang menitik beratkan bahwa pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam menjalankan program karena harus menyesuaikan dengan kebijakan nasional dan provinsi.

‎Selain itu, struktur APBD juga dibatasi oleh ketentuan mandatory spending, termasuk belanja pegawai maksimal 30 persen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022.

‎Ketua Komisi IV DPRD Kabgor ini juga menambahkan, ketergantungan daerah terhadap dana transfer pusat masih menjadi kendala utama, sehingga diperlukan upaya serius dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).



‎“Selama kita bergantung pada dana transfer, ruang fiskal daerah akan tetap terbatas,” Tegas Aleg dari Fraksi Persatuan Pembangunan ini.

‎Pandangan kritis lainnya disampaikan Zulkifly Nangili yang menyorot fakta temuan BPK dimana adanya ketidaksinkronan antara program pemerintah daerah dan kebijakan kepala daerah.

‎Anggota DPRD Fraksi Gerindra ini menyebutkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi kinerja pemerintah daerah, terdapat sekitar 87 persen program perangkat daerah tidak selaras dengan arah kebijakan Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

‎“Ini menunjukkan adanya masalah dalam konsolidasi internal birokrasi dan perangkat daerah dalam hal ini pegawainya. Perangkat daerah hari ini terkesan berkumpul saja, belum mengatur barisan dalam komando pemerintah,” ujar Zulkifly.



‎Menutup pandangan evaluatifnya Zulkifly Nangili juga mengemban Ketua Bapemperda DPRD Kabgor ini menilai laporan LKPJ pemerintah daerah masih lebih menonjolkan capaian, seperti peningkatan IPM dan penurunan kemiskinan, tanpa mengungkap indikator yang belum tercapai, seperti tingkat pengangguran dan penurunan angkatan kerja.

‎Diskusi Publik Refleksi dan Harapan Perbaikan yang berlangsung hangat tersebut menegaskan bahwa tantangan utama pemerintahan daerah tidak hanya terletak pada perencanaan, tetapi juga pada implementasi dan konsolidasi birokrasi.

‎Diakhir diskusi Para panelis sepakat sejumlah rekomendasi pemikiran yang bahasakan diperlukan langkah konkret untuk menyelaraskan program perangkat daerah dengan visi kepala daerah, sekaligus memastikan kebijakan yang dijalankan benar-benar berdampak bagi masyarakat.


WhatsApp   
NNT
196

LAINNYA

View All
Ruang UMKM
SISI LAIN
View All
Arah Angin Golkar Kabgor: Kalkulasi Suara, Pleno Penentu, dan Bayang-Bayang Aklamasi di Musda XI

POLITIK 09 Desember 2025

GoKLIK GORONTALO. Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, resmi membuka rangkaian pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD II Golkar Kabupaten Gorontalo, Selasa...


Selengkapnya...
NNT
554
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?
Follow Us
VIDEO
View All

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

VIDEO 19 November 2025
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?

Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved. By

Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved. By