BERITA, PEMERINTAHAN

Pernyataan Ketua BEM UGM soal Kepala BGN Baru Tuai Kritik, Publik Nilai Tiyo Remehkan Profesi Wartawan

GoKLIK - Gorontalo.| Pernyataan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang meragukan kapasitas Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S. Deyang, memicu perdebatan di ruang publik. Sorotan bukan hanya tertuju pada kritik terhadap penunjukan pejabat negara, tetapi pada pernyataan yang dinilai mengandung makna meremehkan terhadap profesi wartawan sebagai latar belakang karier Nanik sebelum dipercaya memimpin lembaga negara.

‎Polemik tersebut muncul setelah beredar pernyataan Tiyo Ardianto yang mempertanyakan kemampuan manajerial Nanik S. Deyang dalam memimpin BGN. Dalam pernyataan yang beredar luas di berbagai media sosial, Tiyo disebut mengatakan, "Wartawan cuma bisa nulis-nulis doang, nggak punya kompetensi buat mimpin lembaga."

‎Pernyataan itu kemudian memantik reaksi dari berbagai kalangan. Bukan semata karena kritik terhadap penunjukan pejabat publik, melainkan karena substansi pernyataan tersebut dinilai menyentuh martabat profesi wartawan secara umum. Sejumlah pihak menilai kritik terhadap pejabat negara merupakan bagian dari kontrol demokrasi yang sah, namun menjadi problem ketika argumentasi dibangun melalui pelabelan terhadap profesi tertentu.

‎Dalam perspektif publik, perdebatan mengenai kapasitas seorang pejabat semestinya bertumpu pada rekam jejak, integritas, pengalaman organisasi, serta kemampuan menjalankan mandat institusi. Sebaliknya, mengaitkan kompetensi kepemimpinan hanya dengan profesi yang pernah dijalani dinilai berpotensi menyederhanakan persoalan yang jauh lebih kompleks.



‎"Jika ukuran kompetensi memimpin lembaga negara hanya ditentukan oleh profesi sebelumnya, maka banyak pemimpin nasional maupun internasional dari latar belakang akademisi, aktivis, jurnalis, pengusaha, hingga profesional non-birokrat tidak akan pernah memiliki kesempatan membuktikan kapasitasnya," demikian pandangan yang berkembang di ruang publik menanggapi polemik tersebut.

‎Sejumlah pegiat media juga menilai bahwa profesi wartawan tidak dapat dipandang sekadar sebagai pekerjaan "menulis berita". Dalam praktiknya, dunia jurnalistik menuntut kemampuan analisis, manajemen informasi, pengambilan keputusan cepat, kepemimpinan tim, komunikasi publik, hingga pemahaman terhadap persoalan pemerintahan dan kebijakan publik.

‎Kritik terhadap seorang pejabat, menurut berbagai kalangan, seharusnya diarahkan pada kapasitas aktual dan kinerja yang dapat diukur. Apalagi penunjukan Nanik S. Deyang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam situasi yang tidak ringan, yakni setelah pergantian pimpinan BGN menyusul persoalan yang menjerat jajaran sebelumnya.

‎Di sisi lain, polemik ini juga menjadi pengingat bahwa ruang kritik publik perlu dijaga agar tetap substantif. Kritik yang berbasis data dan argumentasi akan memperkaya demokrasi, sementara kritik yang berangkat dari stereotip profesi berisiko mengaburkan persoalan utama yang seharusnya menjadi perhatian masyarakat, yakni kemampuan seorang pejabat menjalankan amanah negara secara efektif dan bertanggung jawab.

‎Terlepas dari pro dan kontra yang berkembang, publik pada akhirnya akan menilai Nanik S. Deyang bukan dari profesi yang pernah disandangnya, melainkan dari hasil kerja yang ditunjukkan saat memimpin BGN. Di saat yang sama, polemik ini mengajarkan bahwa kritik yang kuat tidak lahir dari pelabelan profesi, melainkan dari argumentasi yang berbasis fakta, rekam jejak, dan kepentingan publik.


WhatsApp   
NNT
193

LAINNYA

View All
Ruang UMKM
SISI LAIN
View All
Ketika Kebaikan Menular : Malam di Mana Seorang Anak Dikelilingi Berkah yang Datang Bertubi-Tubi

INSPIRASI 31 Mei 2026

‎GoKLIK - Limboto.| Ada satu hal yang sering terlupakan di tengah hingar bingar ramainya hari kehidupan modern, kebaikan memiliki cara unik untuk menularkan efek dominonya. Ia bergerak dari...


Selengkapnya...
NNT
466
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?
Follow Us
VIDEO
View All

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

VIDEO 19 November 2025
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?

Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved. By

Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved. By