GoKLIK - Gorontalo.| Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Gorontalo III yang juga Wakil Ketua Komisi I, Hj. Sitti Nurayin Sompie, menilai pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi daerah. Berdasarkan perkembangan data dan analisis ekonomi berbasis pengeluaran peserta, kegiatan nasional tersebut diproyeksikan mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga puluhan miliar rupiah selama penyelenggaraan.
Hj. Sitti Nurayin Sompie menyampaikan bahwa PENAS XVII yang akan dipusatkan di Kabupaten Gorontalo pada 20–25 Juni 2026 bukan hanya agenda seremonial sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga momentum strategis yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat lokal.
Menurutnya, berdasarkan data panitia, jumlah peserta yang telah terdaftar saat ini mencapai sekitar 7.500 orang dan diproyeksikan meningkat hingga 10.000 peserta. Selain itu, total kehadiran tamu, termasuk pendamping, exhibitor, panitia, pelaku usaha, hingga undangan dari berbagai daerah, diperkirakan dapat mencapai sekitar 15.000 orang selama pelaksanaan kegiatan.
“Jika kita melihat dari sudut pandang ekonomi daerah, ini bukan hnaya kegiatan nasional, tetapi jadi sebuah pergerakan ekonomi dalam skala besar dalam waktu bersamaan yang masuk ke Gorontalo terlebih khusus bagi Kabupaten Gorontalo sebagai pusat pelaksanaan.” ungkapnya pada awak media seusai mengikuti agenda kerja bersama pemerintah Senin Malam, 8/6/2026.
Srikandi Parlemen Provinsi Gorontalo ini menjelaskan, kehadiran puluhan ribu peserta dan tamu tersebut akan menciptakan perputaran ekonomi langsung di berbagai sektor, mulai dari homestay atau pemondokan, kuliner, transportasi lokal, UMKM, hingga wisata daerah.
Berdasarkan analisis ekonomi berbasis pengeluaran peserta, dengan tarif homestay resmi yang dirilis pemerintah yakni sekitar Rp160 ribu per orang per hari selama lima hari kegiatan, maka potensi perputaran ekonomi dari sektor ini saja diperkirakan mencapai Rp6 miliar apabila peserta berada pada angka 7.500 orang. Jika jumlah peserta meningkat menjadi 10.000 orang, maka nilai tersebut dapat mencapai sekitar Rp8 miliar.
Sementara itu, dengan asumsi belanja tambahan peserta sebesar Rp200 ribu per hari untuk kebutuhan kuliner, transportasi, oleh-oleh, dan produk UMKM, maka potensi transaksi tambahan diperkirakan mencapai Rp7,5 miliar hingga Rp10 miliar.
“Artinya, dari dua komponen pengeluaran utama saja kita atau daerah sudah melihat potensi perputaran ekonomi antara Rp13,5 miliar hingga Rp18 miliar. Ini angka yang sangat signifikan bagi pergerakan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Hj. Sitti.
Lebih lanjut, Aleg Fraksi Gerindra ini juga menilai bahwa dampak ekonomi PENAS XVII akan semakin besar jika memperhitungkan kehadiran tamu tambahan non-peserta yang diperkirakan mencapai 15.000 orang. Dalam skenario tersebut, apabila rata-rata pengeluaran tamu yang mencapai Rp300 ribu per hari selama lima hari, maka perputaran ekonomi dapat mencapai sekitar Rp23 miliar, belum termasuk belanja sektor pendukung lainnya seperti vendor, transportasi sewaan, jasa, percetakan, dan promosi daerah.
Namun demikian, Sitti menegaskan bahwa nilai ekonomi dari PENAS XVII tidak hanya berhenti pada angka transaksi semata, tetapi juga menyangkut efek promosi dan penguatan citra daerah di tingkat nasional.
“Setiap tamu yang datang ke Kabupaten Gorontalo akan membawa pengalaman. Jika pengalaman itu positif, maka mereka akan menjadi duta promosi yang secara tidak langsung memperluas dampak ekonomi kita di luar kegiatan itu sendiri,” ujarnya.
Hj. Sitti juga menyoroti pentingnya peran masyarakat sebagai tuan rumah dalam menyukseskan kegiatan nasional tersebut. Menurutnya, keramahan, kebersihan, kenyamanan layanan, serta sikap saling menghargai akan menjadi faktor penting yang menentukan lama tinggal dan pola belanja tamu selama berada di Gorontalo.
“Dari sudut pandnagan perilaku ekonomi masyarakat, kenyamanan tamu akan sangat mempengaruhi tingkat konsumsi mereka. Semakin nyaman mereka merasa, semakin besar kontribusi ekonomi yang akan mereka keluarkan atau tinggalkan di daerah kita,” tambahnya.
Hj. Sitti Nurayin Sompie juga menilai, kesempatan PENAS XVII Tani dan Nelayan harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku UMKM, masyarakat, dan pemerintah daerah untuk memastikan perputaran ekonomi benar-benar dirasakan secara luas.
Dengan berbagai proyeksi tersebut, PENAS XVII dipandang bukan hanya sebagai agenda nasional sektor pertanian, tetapi juga sebagai instrumen penting penggerak ekonomi Kabupaten Gorontalo. Di tengah potensi perputaran uang yang mencapai puluhan miliar, kesiapan masyarakat dalam menyambut tamu menjadi kunci utama agar manfaat ekonomi benar-benar mengalir ke seluruh lapisan juga dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat daerah.
WhatsApp
facebook
INSPIRASI 31 Mei 2026
‎GoKLIK - Limboto.| Ada satu hal yang sering terlupakan di tengah hingar bingar ramainya hari kehidupan modern, kebaikan memiliki cara unik untuk menularkan efek dominonya. Ia bergerak dari...
Selengkapnya...Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved.
By 
Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved.
By 