BERITA, DAERAH

200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judol, Aleg PKS M. Rizal Badja Minta Semua Pihak Bergerak Cegah Dampak Lebih Luas

GoKLIK - Limboto.| Ancaman judi online (judol) terhadap anak-anak Indonesia kian mengkhawatirkan. Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), sekitar 200 ribu anak di Indonesia telah terpapar dan terlibat sebagai pemain judi online. Kondisi ini mendapat perhatian serius Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo dari Fraksi PKS, M. Rizal Badja, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk segera melakukan langkah pencegahan sebelum dampaknya semakin meluas.

‎Disampaikan M. Rizal Badja kepada awak media, Kamis (11/6/2026), keprihatinannya muncul setelah dirinya mendapat informasi dan rilis resmi terkait tingginya angka paparan judi online pada anak-anak. Menurutnya, fenomena tersebut tidak boleh dipandang sebagai persoalan yang jauh dari daerah, sebab perkembangan teknologi digital membuat akses terhadap berbagai platform daring semakin mudah dijangkau oleh siapa saja, termasuk anak-anak.

‎Politisi PKS dari Daerah Pemilihan Limboto dan Limboto Barat itu menilai, angka 200 ribu anak yang terpapar judi online merupakan alarm serius bagi seluruh pihak. Ia mengingatkan bahwa dampak judi online tidak hanya berkaitan dengan kerugian ekonomi, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental, perilaku sosial, hingga masa depan generasi muda yang seharusnya mendapatkan ruang tumbuh yang sehat dan produktif.

‎"Jangan sampai kita menganggap ini hanya terjadi di daerah lain. Tidak menutup kemungkinan lingkungan sekitar kita juga menghadapi persoalan yang sama. Karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan sejak sekarang sebelum dampaknya semakin luas dan sulit dikendalikan," ujar Rizal.

‎Menurutnya, upaya pencegahan tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah atau aparat penegak hukum. Orang tua, sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta lingkungan sosial memiliki peran penting dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak. Penguatan pendidikan karakter dan literasi digital dinilai menjadi salah satu benteng utama agar anak tidak mudah terjebak dalam praktik perjudian berbasis internet.
‎Rizal juga mengingatkan bahwa judi online saat ini tidak lagi tampil dalam bentuk yang mudah dikenali. Berbagai aplikasi, permainan digital, hingga tautan yang beredar di media sosial kerap menjadi pintu masuk yang secara perlahan menarik minat anak-anak untuk mencoba. Kondisi inilah yang menurutnya harus menjadi perhatian bersama agar generasi muda tidak menjadi korban dari perkembangan teknologi yang disalahgunakan.

‎Ia berharap seluruh pihak menjadikan data yang dirilis Kemen PPPA sebagai bahan refleksi sekaligus peringatan dini. Sebab jika tidak diantisipasi secara serius, ancaman judi online berpotensi merusak kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. "Melindungi anak-anak dari judi online bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Kita harus bergerak dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, agar anak-anak kita tidak menjadi bagian dari angka yang terus bertambah setiap tahun," pungkasnya.


WhatsApp   
NNT
45

LAINNYA

View All
Ruang UMKM
SISI LAIN
View All
Ketika Kebaikan Menular : Malam di Mana Seorang Anak Dikelilingi Berkah yang Datang Bertubi-Tubi

INSPIRASI 31 Mei 2026

‎GoKLIK - Limboto.| Ada satu hal yang sering terlupakan di tengah hingar bingar ramainya hari kehidupan modern, kebaikan memiliki cara unik untuk menularkan efek dominonya. Ia bergerak dari...


Selengkapnya...
NNT
466
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?
Follow Us
VIDEO
View All

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

VIDEO 19 November 2025
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?

Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved. By

Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved. By