BERITA, DAERAH

Ketua HNSI Muhlis Panai Dorong PENAS Gorontalo Jadi Ruang Rekonsiliasi Regulasi PIT, BBM Nelayan dan Akses Rumpon Demi Ketahanan Pangan

GoKLIK - GORONTALO.| Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Gorontalo, Muhlis Panai, mendorong agar pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) XVII di Gorontalo tidak hanya menjadi ajang temu nasional bagi petani dan nelayan, tetapi juga menjadi ruang strategis rekonsiliasi berbagai kepentingan dalam sektor perikanan nasional. Hal tersebut disampaikan kepada awak media, Sabtu siang (30/6/2026), usai mengikuti rangkaian pembukaan PENAS XVII yang secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming di hadapan puluhan ribu peserta dari seluruh Indonesia.

‎Muhlis Panai yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo sekaligus Ketua DPC PKB Kabupaten Gorontalo menilai, saat ini terdapat sejumlah isu strategis yang menjadi sorotan nelayan di berbagai daerah dan perlu mendapatkan perhatian serius melalui dialog kebijakan yang lebih terbuka dan membangun.

‎Muhlis menyebutkan, beberapa isu penting yang perlu terus disempurnakan antara lain implementasi kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT), akses distribusi BBM untuk nelayan, serta penataan dan pemanfaatan rumpon yang kerap menjadi perdebatan di tingkat lapangan antara kebijakan dan kebutuhan nelayan.

‎Menurut Muhlis, pada prinsipnya nelayan mendukung setiap kebijakan pemerintah yang bertujuan menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Namun dirinya menegaskan, regulasi juga harus mampu memberikan ruang yang berkeadilan bagi nelayan untuk tetap produktif dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka tanpa mengorbankan aspek keberlanjutan ekosistem laut.



‎“Nelayan tidak sedang mempertentangkan regulasi dengan kesejahteraan. Yang kami dorong adalah keseimbangan agar keberlanjutan sumber daya laut, produktivitas perikanan, dan kesejahteraan nelayan dapat berjalan beriringan,” ujar Muhlis.

‎Lebih lanjut, Muhlis menilai PENAS XVII Gorontalo memiliki posisi strategis sebagai ruang pertemuan nasional yang mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan nelayan. Karena itu, momen ini menurutnya harus dimanfaatkan untuk merumuskan solusi bersama atas berbagai persoalan sektor perikanan yang selama ini berkembang di daerah.

‎“PENAS Gorontalo harus menjadi momen lahirnya rekomendasi nasional yang mampu menjembatani kepentingan konservasi laut dengan kebutuhan riil nelayan Indonesia,” tegasnya.

‎Muhlis juga menekankan bahwa kesejahteraan nelayan memiliki keterkaitan langsung dengan agenda besar ketahanan pangan nasional, khususnya dalam penyediaan protein hewani dari sektor perikanan. Ketika akses nelayan terhadap wilayah tangkap, BBM, dan sarana produksi berjalan baik, maka produksi ikan nasional akan meningkat dan berdampak pada stabilitas pangan nasional sebagaimana visi perintah pusat.

‎“Ketahanan pangan hewani nasional tidak akan terwujud tanpa nelayan yang sejahtera dan mampu melaut secara produktif,” tambahnya.

‎Karena itu, HNSI Kabupaten Gorontalo berharap dari pelaksanaan PENAS XVII ini dapat lahir rekomendasi konkret yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan perikanan yang lebih adaptif, berkeadilan, dan berpihak pada keberlanjutan sumber daya laut sekaligus kesejahteraan nelayan Indonesia.


WhatsApp   
NNT
226

LAINNYA

View All
Ruang UMKM
SISI LAIN
View All
Ketika Kebaikan Menular : Malam di Mana Seorang Anak Dikelilingi Berkah yang Datang Bertubi-Tubi

INSPIRASI 31 Mei 2026

‎GoKLIK - Limboto.| Ada satu hal yang sering terlupakan di tengah hingar bingar ramainya hari kehidupan modern, kebaikan memiliki cara unik untuk menularkan efek dominonya. Ia bergerak dari...


Selengkapnya...
NNT
610
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?
Follow Us
VIDEO
View All

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

VIDEO 19 November 2025
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?

Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved. By

Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved. By