ARTIKEL, NASIONAL & INTERNASIONAL

Catatan Jelang Musda KNPI Kabgor. KNPI Wadah Organisasi Milik Siapa?

Oleh : Noldi N. Tane, S.IP 

GoKLIK Gorontalo. Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Gorontalo, beberapa pertanyaan mendasar patut kita renungkan bersama sama, KNPI ini milik siapa? Lebih dari sekadar pertanyaan retorika, ini adalah gugatan terhadap hubungan dan pendekatan terkonsentrasi organisasi kepemudaan yang secara legal diakui sebagai representasi kolektif pemuda Indonesia.

Perkembangan dinamika sosial pemuda hari ini tidak lagi seragam dan tunggal. Generasi muda kini banyak telah membentuk komunitas, forum, jaringan, dan kolektif berbasis nilai, minat, dan visi masing-masing. Mereka berorganisasi bukan sekadar untuk memenuhi syarat formal "berhimpun", melainkan sebagai ekspresi atas gagasan, kritis atas kondisi sekitar, dan keterlibatan aktif dalam ruang publik. Namun ironisnya, KNPI yang semestinya menjadi rumah besar bagi seluruh elemen kepemudaan itu malah menutup diri dengan pagar AD/ART yang kaku dan mengistimewakan diri.

KNPI seolah mengunci pintu organisasi hanya untuk segelintir entitas elit pemuda yang memenuhi kategori administratif yang ditentukan secara sempit, tanpa membuka ruang partisipatif bagi komunitas akar rumput, suara gerakan, ataupun organisasi berbasis budaya dan zaman yang tumbuh pesat di era kekinian. Yang lebih mengkhawatirkan, KNPI tidak hanya gagal berubah dan bergerak arah, tapi juga terjebak dalam politik internal yang mengasingkan dirinya dari denyut nadi generasi yang seharusnya ia wakili.

Pertanyaan berikutnya, siapa yang disebut "kelompok pemuda Indonesia"? Apakah mereka hanya yang terdaftar dalam organisasi nasionalis yang memiliki SK pusat dan cabang daerah? Atau apakah mereka juga mencakup pemuda desa yang memimpin gerakan lingkungan, pemuda pemudi yang bergerak tanpa dukungan membangun literasi digital dan semangat baca tulis di pelosok, hingga pelajar yang membentuk komunitas literasi dan teknologi? Jika KNPI tidak mampu menjawab ini secara adaptif, maka tidak salah jika KNPI bukan lagi representasi pemuda Indonesia, melainkan sekadar struktur organisasi yang membentuk dirinya elitis politis.

Lebih jauh dari itu, kemana sebenarnya ruang-ruang aksi KNPI dalam memaknai keberadaannya dalam lingkup pemuda daerah? Mengapa yang tampak hanya forum-forum bombastis yang lebih bersifat seremoni dan publikasi, namun absen dalam kerja-kerja substansial pembinaan, edukasi, dan pemberdayaan generasi muda di tingkat akar rumput? Generasi milenial dan Gen Z yang saat ini membentuk hampir setengah dari total populasi Indonesia justru tumbuh di luar radar KNPI. Bonus demografi ini seolah dilewatkan begitu saja tanpa strategi intervensi yang terstruktur dan terukur.

Dan jauh dari itu semua, muncul pula pertanyaan yang lebih mengusik  nurani apakah KNPI hari ini betul-betul menjadi rumah independen bagi pemuda, atau justru telah menjadi proyek pengkondisian elit? Indikasi kuat keterlibatan kelompok politik hingga perangkat pemerintahan dalam proses suksesi membuat KNPI terjebak dalam lingkaran pragmatisme. Para tokoh yang semestinya menjadi mitra pembina malah berubah menjadi calo-calo suksesi, mengorbitkan figur-figur tertentu dengan balutan jargon kolaboratif namun sarat kepentingan politik. Semua dikemas dengan kata penyeragaman, tapi sesungguhnya menghilangkan ruang diskusi dan keberagaman pemuda yang menjadi semangat awal kelahiran organisasi ini.

Musda KNPI Kabupaten Gorontalo harus dijadikan momentum untuk reset total arah organisasi ini. Bukan sekadar memilih ketua baru, melainkan membongkar ulang fondasi eksklusif yang selama ini hanya memutar kursi dalam lingkaran sempit. KNPI harus kembali ke jalan juangnya Mempersatukan, bukan memisahkan. Membina, bukan membatasi. Memimpin, bukan mengikuti kehendak segelintir elite.

Waktunya generasi muda Kabupaten Gorontalo merebut kembali hak atas wadahnya. Jika KNPI ingin hidup, maka KNPI harus terbuka, dan mengakar. Jika tidak, biarkan ia dikenang sebagai nama organisasi yang pernah hidup di masa lalu tapi gagal hidup bersama zaman.

 

WhatsApp   
NNT
423

LAINNYA

View All
Ruang UMKM
SISI LAIN
View All
Arah Angin Golkar Kabgor: Kalkulasi Suara, Pleno Penentu, dan Bayang-Bayang Aklamasi di Musda XI

POLITIK 09 Desember 2025

GoKLIK GORONTALO. Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, resmi membuka rangkaian pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD II Golkar Kabupaten Gorontalo, Selasa...


Selengkapnya...
NNT
554
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?
Follow Us
VIDEO
View All

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

VIDEO 19 November 2025
Advertisement
Mau berlangganan Iklan?

Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved. By

Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved. By