GoKLIK Kab.Gorontalo. Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Kabupaten Gorontalo yang dijadwalkan ulang pada Selasa, 12 Agustus 2025 setelah penundaan dari jadwal sebelumnya Sabtu 9 Agustus 2025 bukan sekadar ajang memilih ketua baru. Bagi pemerhati olahraga di daerah, forum ini adalah arena ujian sesungguhnya terhadap nilai sportivitas dan integritas para pemegang suara dari cabang olahraga (cabor). Minggu pagi, 10 Agustus 2025 di sela aktifitas olahraga jalan sehat salah satu Pemerhati olahraga kabgor Heriyanto Palilati kepada kami memberikan pandangan bahwa Musorkab bukan hanya panggung kontestasi demokrasi, tetapi juga menjadi cermin nilai karakter olahragawan sejati, karakter yang dibangun dari keringat latihan, disiplin, serta keberanian bersaing secara jujur yang selama ini menjadi nilai karakter para olahragawan sejati. Karena itu, mereka menegaskan, tidak boleh ada ruang bagi praktik atau budaya demokrasi jual beli dukungan dan pilihan yang merusak semangat olahraga dan mencoreng nama KONI sebagai induk rumah para olahragawan. “Olahraga mengajarkan bahwa kemenangan harus diraih dengan cara dan semangat yang benar. Jika di lapangan saja kita menolak curang, mengapa di forum seperti musorkab ini kita harus membiarkan taktik yang mengkhianati sportivitas? Bukankan selama ini insan olahraga disetiap kesempatan selalu mengelorakan dan mendengungkan Motto Semangat Olahraga Menjunjung Tinggi Sprotifitas . Motto yang terbawa dalam kehidupan para Atlit dan Olahragawan” tegas pemerhati olahraga Kabupaten Gorontalo ini.
Hal senada juga disampaikan oleh Sumarno Suleman rekan sejawat Heriyanto, melalui sambungan telepon yang dihubungkan oleh Heryanto untuk memberikan pandangannya kepada kami media. Sumarni atau olahragawan yang akrab disapa om utu ini, berpendapat bahwa seringkali menjumpai setiap kali pelaksanaan proses demokrasi kepemimpinan sering kali diwarnai oleh praktik tawar menawar, jual beli suara dan dukungan seakan telah menjadi budaya dan hal ini tentunya merusak semangat demokrasi terlebih bagi kita yang menjunjung nilai nilai sportifitas dalam ajang kompetisi atau pertandingan.
Keduanya baik om Heri dan om utu menilai, godaan transaksional dalam pemilihan kerap menjadi racun bagi persatuan. Sebaliknya, olahragawan sejati adalah mereka yang konsisten memegang prinsip, teguh pada komitmen, dan berani menolak segala bentuk kompromi yang menukar suara dengan imbalan.
Lebih jauh, kedua pemerhati olahraga ini melihat Musorkab kali ini sebagai momentum penyatuan semangat para olahragawan dan organisasinya, yaitu KONI, untuk bergerak bersama dalam visi yang sama, membangun prestasi tanpa noda. Mereka menekankan bahwa dunia olahraga harus disosialisasikan agar jauh dari perilaku dan budaya penggunaan doping maupun penggunaan bahan aditif lainnya yang merusak citra atlet dan insan olahraga.
“Doping dan segala bentuk kecurangan fisik maupun moral adalah musuh bersama. Musorkab ini harus menjadi penegasan sikap bahwa KONI berdiri di garis depan menjaga integritas dan kesehatan atletnya,” ujar Heriyanto.
Penundaan Musorkab justru dipandang sebagai kesempatan baik untuk menguatkan konsolidasi, menyempurnakan visi-misi kandidat, dan memastikan seluruh proses berjalan transparan.
“Sportivitas bukan hanya berlaku di lapangan pertandingan, tetapi juga di ruang sidang. Cara kita berkompetisi menentukan kualitas hasilnya,” imbuhnya.
Dengan semangat tersebut, Musorkab 12 Agustus diharapkan menjadi teladan, bahwa integritas adalah medali tertinggi, dan rasa hormat adalah podium yang sejati.
WhatsApp
facebook
POLITIK 09 Desember 2025
GoKLIK GORONTALO. Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, resmi membuka rangkaian pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD II Golkar Kabupaten Gorontalo, Selasa...
Selengkapnya...Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved.
By 
Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved.
By 