GoKLIK – Limboto.| Rasa kemanusiaan tak bisa ditunda. Di tengah persiapan lokasi jelang agenda Penas, fakta memilukan justru terungkap di Rumah Adat Bantayo Poboide, Kabupaten Gorontalo. Dua tenaga kebersihan yang menjaga situs budaya itu ternyata sudah empat bulan belum menerima upah. Kondisi ini langsung mengetuk nurani ketua DPD II yang juga anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Iskandar Mangopa, yang tanpa ragu menyerahkan sisa gajinya sebagai bentuk kepedulian pribadi.
Momen haru itu terjadi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi IV DPRD Kabupaten Gorontalo, Senin siang (6/4/2026). RDP tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan serta jajaran staf keuangan Pemda, sebagai tindak lanjut laporan tim evaluasi persiapan Penas yang sebelumnya meninjau langsung kondisi Rumah Adat Bantayo Poboide.
Di forum resmi itu, Iskandar Mangopa yang juga menjabat Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Gorontalo, tak mampu menyembunyikan rasa prihatinnya. Ia menyoroti nasib dua tenaga kebersihan yang tetap menjalankan tugas menjaga dan merawat situs sejarah daerah, meski hak mereka tak kunjung dibayarkan selama empat bulan terakhir.
Tanpa banyak kata, Iskandar langsung mengambil langkah nyata. Dirinya menyerahkan sisa gaji dari kantongnya sebesar satu juta rupiah kepada kedua ibu pekerja tersebut, di hadapan peserta RDP. Aksi spontan itu sontak menjadi perhatian seluruh peserta forum rapat.
“Ini bentuk kepedulian pribadi saya, bukan bagian dari upah ibu-ibu. Memang tidak sebanding dengan waktu kerja mereka, tapi setidaknya bisa membantu kebutuhan mendesak sambil menunggu hak mereka dibayarkan, saya berharap ibu ibu dengan sedikit dana ini dapat membuka usaha kecil kecilan misalnya dengan berjualan kopi atau minuman ringan diareal sekitar rumah adat tersebut” ungkap Iskandar dengan nada empati.
Langkah tersebut sekaligus menjadi perhatian bagi pihak terkait, khususnya pengelola anggaran yang membidangi urusan kebudayaan. Pasalnya, keterlambatan pembayaran honor bagi tenaga kebersihan di situs penting seperti Bantayo Poboide dinilai mencerminkan lemahnya perhatian terhadap pekerja yang jasanya dimanfaatkan oleh pemerintah daerah.
Rapat Dengar Pendapat ini pun diharapkan tidak hanya berhenti pada catatan evaluasi, tetapi segera ditindaklanjuti dengan penyelesaian konkret. Terlebih, Rumah Adat Bantayo Poboide merupakan simbol budaya dan wajah daerah yang tengah dipersiapkan untuk agenda besar nasional.
Kisah dua tenaga kebersihan ini menjadi pengingat bahwa ada mereka yang bekerja dalam senyap, namun kerap luput dari perhatian. Dan di tengah situasi itu, kepedulian sederhana justru datang dari langkah spontan seorang wakil rakyat.
WhatsApp
facebook
POLITIK 09 Desember 2025
GoKLIK GORONTALO. Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, resmi membuka rangkaian pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD II Golkar Kabupaten Gorontalo, Selasa...
Selengkapnya...Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved.
By 
Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved.
By 