GoKLIK - Gorontalo.| Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menegaskan bahwa pembangunan kemandirian ekonomi tidak mungkin dilakukan tanpa membangun manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi. Karena itu, menurut Ridwan, pendidikan harus ditempatkan sebagai bagian utama dari makna kemerdekaan. “Kalau kita merasa sudah merdeka, tetapi masih ada pendidikan yang tidak bisa berlangsung hanya karena persoalan anggaran, tentu ada yang keliru dalam memahami kemerdekaan,” ujar Ridwan.
Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya dipahami sebagai pembangunan gedung sekolah atau penyediaan fasilitas belajar.
Pendidikan harus mampu membentuk manusia yang memiliki kapasitas untuk berpikir, bekerja, berinovasi, dan menciptakan kehidupannya sendiri.
“Pendidikan adalah investasi untuk membangun manusia yang mampu menghadapi perubahan zaman,” katanya.
Ridwan menilai generasi muda Gorontalo harus didorong untuk membangun budaya belajar yang lebih kuat.
Membaca, menulis, berdiskusi, mengikuti pelatihan, menguasai teknologi, dan mengembangkan berbagai keterampilan harus menjadi kebiasaan generasi muda.
“Mereka harus membudayakan membaca dan menulis untuk mengasah kemampuan berpikir. Kalau mereka memiliki kapasitas berpikir yang kuat, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Selain pendidikan formal, Ridwan juga menilai pendidikan vokasional perlu diperkuat di Gorontalo.
Tidak semua anak harus menempuh jalur pendidikan yang sama. Bagi mereka yang tidak melanjutkan pendidikan formal ke jenjang lebih tinggi, harus tersedia pendidikan dan pelatihan yang memberikan keterampilan produktif.
“Kita harus membuka sebanyak mungkin jalan bagi anak-anak kita untuk memiliki masa depan. Pendidikan vokasional harus diperkuat agar mereka memiliki keterampilan yang bisa langsung digunakan untuk bekerja atau membangun usaha,” katanya.
Ridwan menyebut keterampilan di bidang pertanian, peternakan, perikanan, pengolahan pangan, teknologi, dan berbagai bidang usaha harus dipandang sebagai bagian dari masa depan generasi muda.
Pertanian dan peternakan, misalnya, menurutnya tidak boleh lagi dipersepsikan sebagai pekerjaan tradisional semata.
“Dengan teknologi, pengetahuan, akses pasar, dan hilirisasi, pertanian dan peternakan bisa menjadi usaha modern yang memberikan penghasilan dan masa depan yang layak,” ujarnya.
Ridwan menegaskan bahwa pendidikan dan ekonomi memiliki hubungan yang sangat erat dalam membangun masyarakat yang mandiri.
Masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan akan memiliki kemampuan lebih besar untuk menciptakan kesempatan ekonomi.
“Kalau kita ingin membebaskan rakyat dari ketergantungan, maka kita harus membangun manusia yang mampu berdiri dengan pengetahuan dan keterampilannya sendiri,” katanya.
Dalam momentum Hari Kemerdekaan ke-81, Ridwan mengajak masyarakat Gorontalo menjadikan pendidikan sebagai bagian dari perjuangan membangun masa depan daerah.
“Kalau dahulu perjuangan kita adalah membebaskan bangsa dari penjajahan, maka perjuangan hari ini adalah membebaskan masyarakat dari kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketergantungan,” pungkasnya.
WhatsApp
facebook
INSPIRASI 31 Mei 2026
‎GoKLIK - Limboto.| Ada satu hal yang sering terlupakan di tengah hingar bingar ramainya hari kehidupan modern, kebaikan memiliki cara unik untuk menularkan efek dominonya. Ia bergerak dari...
Selengkapnya...Copyright © GoKLIK.CO.ID
All Rights Reserved.
By 
Copyright © GoKLIK.CO.ID | All Rights Reserved.
By 